What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan
Zonamania - Diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Setya Novanto buka-bukaan dan menyebutkan 10 nama koleganya sesama anggota DPR periode 2009-2014 yang diduga ikut menerima uang korupsi pengadaan e-KTP.




Hal itu dikatakan Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/3/2018).


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
"Saya minta jaksa tindak lanjuti pelaku lain yang sudah saya sebutkan namanya, yang berperan merugikan negara," ujar Setya Novanto.

Pertama, Novanto diberi tahu oleh pengusaha Made Oka Masagung bahwa ada uang yang mengalir kepada dua politisi PDI Perjuangan, yakni Pramono Anung dan Puan Maharani.

Saat itu, Puan yang menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Pramono selaku Wakil Ketua DPR mendapatkan masing-masing 500.000 dollar AS.

Menurut Novanto, saat itu Made Oka Masagung menjelaskan bahwa pemberian itu ada kaitannya dengan kedekatan keluarga Masagung dengan keluarga Soekarno.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Dalam kasus ini, Made Oka Masagung diduga menjadi perantara uang suap untuk Setya Novanto dan anggota DPR lainnya terkait proyek e-KTP.

Rekening Oka di Singapura pernah menerima uang dari perusahaan Biomorf yang diwakili Johannes Marliem dan dari PT Quadra Solutions.

PT Quadra merupakan perusahaan yang ikut dalam konsorsium proyek e-KTP. Sementara Biomorf adalah penyedia produk biometrik dalam proyek e-KTP.

Kemudian, Novanto menyebut tujuh nama anggota Dewan yang terdiri dari pimpinan Komisi II DPR dan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Nama-nama tersebut adalah Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Melchias Markus Mekeng, Arif Wibowo, Ganjar Pranowo, dan M Jafar Hafsah.

Menurut Novanto, sesuai keterangan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, setiap anggota DPR mendapat uang 500.000 dollar AS.

Adapun total seluruhnya 3,5 juta dollar AS.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Menurut Novanto, penyerahan uang dilakukan langsung oleh Irvan di kantor dan di rumah setiap anggota DPR.

Selain itu, Novanto juga menyebut mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap ikut menerima uang.

Chairuman mendapat uang langsung dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hal itu sesuai dengan laporan yang diterima Novanto dari Andi.(Abba Gabrillin)

10 Nama Anggota Dewan Yang Ditarik Dalam Pusaran Kasus Setya Novanto

Zonamania - Diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Setya Novanto buka-bukaan dan menyebutkan 10 nama koleganya sesama anggota DPR periode 2009-2014 yang diduga ikut menerima uang korupsi pengadaan e-KTP.




Hal itu dikatakan Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/3/2018).


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
"Saya minta jaksa tindak lanjuti pelaku lain yang sudah saya sebutkan namanya, yang berperan merugikan negara," ujar Setya Novanto.

Pertama, Novanto diberi tahu oleh pengusaha Made Oka Masagung bahwa ada uang yang mengalir kepada dua politisi PDI Perjuangan, yakni Pramono Anung dan Puan Maharani.

Saat itu, Puan yang menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Pramono selaku Wakil Ketua DPR mendapatkan masing-masing 500.000 dollar AS.

Menurut Novanto, saat itu Made Oka Masagung menjelaskan bahwa pemberian itu ada kaitannya dengan kedekatan keluarga Masagung dengan keluarga Soekarno.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Dalam kasus ini, Made Oka Masagung diduga menjadi perantara uang suap untuk Setya Novanto dan anggota DPR lainnya terkait proyek e-KTP.

Rekening Oka di Singapura pernah menerima uang dari perusahaan Biomorf yang diwakili Johannes Marliem dan dari PT Quadra Solutions.

PT Quadra merupakan perusahaan yang ikut dalam konsorsium proyek e-KTP. Sementara Biomorf adalah penyedia produk biometrik dalam proyek e-KTP.

Kemudian, Novanto menyebut tujuh nama anggota Dewan yang terdiri dari pimpinan Komisi II DPR dan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Nama-nama tersebut adalah Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Melchias Markus Mekeng, Arif Wibowo, Ganjar Pranowo, dan M Jafar Hafsah.

Menurut Novanto, sesuai keterangan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, setiap anggota DPR mendapat uang 500.000 dollar AS.

Adapun total seluruhnya 3,5 juta dollar AS.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Menurut Novanto, penyerahan uang dilakukan langsung oleh Irvan di kantor dan di rumah setiap anggota DPR.

Selain itu, Novanto juga menyebut mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap ikut menerima uang.

Chairuman mendapat uang langsung dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hal itu sesuai dengan laporan yang diterima Novanto dari Andi.(Abba Gabrillin)

Zonamania - Setya Novanto ingin semua orang saat ini memandang dirinya sebagai rakyat biasa.




Selama mendekam di Rutan Merah Putih, Setya Novanto berkali-kali menyatakan hidupnya kini jauh dari kemewahan.

Bahkan dia menyebut dirinya sebagai anak kost serta rakyat jelata.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Ini karena Setya Novanto harus hidup sendiri dan ruang geraknya dibatasi.

Mantan Ketua DPR RI ini juga tidak malu mengungkap rutinitas pagi yang dia lakukan sebelum menjalani sidang.

Menurutnya, sebelum sidang, dia sudah harus bersih-bersih di sel tahanan yang dihuninya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Menjadi hal biasa, dia harus memenag sapu dan alat pel.

"Ya sekarang bagun pagi siap-siap. Sudah cuci piring, nyapu, baru kesini (sidang). Udahlah pokoknya kita ini jangan dilihat jadi ketua DPR lagi, jadi rakyat kan, yang bersih-bersih," ungkap Setya Novanto, Senin (19/2/2018) kemarin di Pengadilan Tipikor Jakarta.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Selain sibuk bersih-bersih sel tahanan, Setya Novanto juga mengaku kerap berbagi cerita hingga menenangkan para kepala daerah yang syok tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya di dalam (rutan) juga harus menenangkan orang di dalam, para bupati supaya semuanya sabar," katanya.

Masuk Penjara, Setya Novanto Mengaku Seperti "Pembantu"

Zonamania - Setya Novanto ingin semua orang saat ini memandang dirinya sebagai rakyat biasa.




Selama mendekam di Rutan Merah Putih, Setya Novanto berkali-kali menyatakan hidupnya kini jauh dari kemewahan.

Bahkan dia menyebut dirinya sebagai anak kost serta rakyat jelata.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Ini karena Setya Novanto harus hidup sendiri dan ruang geraknya dibatasi.

Mantan Ketua DPR RI ini juga tidak malu mengungkap rutinitas pagi yang dia lakukan sebelum menjalani sidang.

Menurutnya, sebelum sidang, dia sudah harus bersih-bersih di sel tahanan yang dihuninya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Menjadi hal biasa, dia harus memenag sapu dan alat pel.

"Ya sekarang bagun pagi siap-siap. Sudah cuci piring, nyapu, baru kesini (sidang). Udahlah pokoknya kita ini jangan dilihat jadi ketua DPR lagi, jadi rakyat kan, yang bersih-bersih," ungkap Setya Novanto, Senin (19/2/2018) kemarin di Pengadilan Tipikor Jakarta.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Selain sibuk bersih-bersih sel tahanan, Setya Novanto juga mengaku kerap berbagi cerita hingga menenangkan para kepala daerah yang syok tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya di dalam (rutan) juga harus menenangkan orang di dalam, para bupati supaya semuanya sabar," katanya.
Zonamania - Usai memberikan penghargaan kepada kru KRI Sigorut-864, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung bertolak ke Sleman, Yogyakarta. Dia meninjau Gereja St Lidwina pasca penyerangan.



Hadi bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tiba di lokasi pukul 16.10 WIB. Sesampainya di gereja, Hadi dan Bamsoet langsung masuk ke dalam gereja.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polri, itu saja," kata Hadi di Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018)

Hadi bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tiba di lokasi pukul 16.10 WIB. Sebelumnya, mereka berada di Batam untuk mengecek kapal pembawa 1 ton sabu. 

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Bamsoet mengatakan kedatangan mereka ke gereja tersebut adalah inisiatif Panglima TNI. Dia turut mengutuk insiden yang terjadi saat misa tersebut. 

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

"Kami mengutuk keras tindakan yang berpotensi mengganggu kerukunan jumat beragama yang sudah berjalan baik," kata Bamsoet. 

Bamsoet belum bisa menyimpulkan apakah aksi yang dilakukan pelaku bernama Suliyono itu ada upaya teror atau tidak. Pastor dan jemaat jadi korban pelaku bernama Suliyono. 

Saat ini, pelaku yang ditembak karena melawan masih belum stabil. Belum diketahui motif dari penyerangan ini. 

Salut !!! Kinerja Cepat Panglima TNI, Dari Batam Langsung Ke Jogja

Zonamania - Usai memberikan penghargaan kepada kru KRI Sigorut-864, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung bertolak ke Sleman, Yogyakarta. Dia meninjau Gereja St Lidwina pasca penyerangan.



Hadi bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tiba di lokasi pukul 16.10 WIB. Sesampainya di gereja, Hadi dan Bamsoet langsung masuk ke dalam gereja.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polri, itu saja," kata Hadi di Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018)

Hadi bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tiba di lokasi pukul 16.10 WIB. Sebelumnya, mereka berada di Batam untuk mengecek kapal pembawa 1 ton sabu. 

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Bamsoet mengatakan kedatangan mereka ke gereja tersebut adalah inisiatif Panglima TNI. Dia turut mengutuk insiden yang terjadi saat misa tersebut. 

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

"Kami mengutuk keras tindakan yang berpotensi mengganggu kerukunan jumat beragama yang sudah berjalan baik," kata Bamsoet. 

Bamsoet belum bisa menyimpulkan apakah aksi yang dilakukan pelaku bernama Suliyono itu ada upaya teror atau tidak. Pastor dan jemaat jadi korban pelaku bernama Suliyono. 

Saat ini, pelaku yang ditembak karena melawan masih belum stabil. Belum diketahui motif dari penyerangan ini. 
Zonamania - Sosok perempuan cantik dan muda, Kamis (8/2/2018) kemarin tampak serius menyimak jalannya sidang dakwaan Fredrich Yunadi di kasus merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto.



Perempuan yang menggunakan kemeja merah mudah dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai ini memilih kursi paling depan untuk bisa melihat jalannya persidangan.

Selama sidang hingga surat dakwaan selesai dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, pandangan perempuan ini tidak pernah lepas dari sosok Fredrich Yunadi‎ yang duduk di kursi terdakwa.



Ternyata perempuan itu adalah Astrid Ellena Indriana Yunadi atau Astrid Ellena, putri dari Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto.

Kedua orang tuanya, fredrich dan Linda Indriana Campbell bercerai saat Astrid Ellena berumur tiga tahun. Astrid Ellena banyak menghabiskan waktunya di Amerika Serikat. Dia kembali ke Indonesia setelah lulus SMA, tinggal bersama ayah dan dua kakaknya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
Fredrich juga sempat menj‎adi sorotan karena pernah berseteru dengan Astrid Ellena. Informasi yang dihimpun, perseteruan itu terjadi tahun 2012 lalu karena Astrid Ellena menjalin hubungan dengan pria yang tidak disetujui Fredrich yang kini menjadi suaminya.

Kala itu, Fredrich sempat memberikan pernyataan pemutusan hubungan ayah-anak secara terang-terangan

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Parasnya yang cantik, tidak heran jika Astrid Ellena merupakan Miss Indonesia 2011. Umurnya kala itu 20 tahun saat mewakili Jawa Timur mengalahkan peserta yang lain.

Tidak hanya berkiprah di tanah air, Astrid Ellena juga mewakili Indonesia dalam kontes kecantikan Miss Word 2011 di London, bersama dengan kontestan lain dari 113 negara lainnya.

Walaupun pernah berseteru dengan sang ayah, ibu dua anak ini tetap menunjukkan rasa hormat dan cintanya pada sang Ayah dengan hadir di persidangan.

Tidak ada raut dendam di mukanya, malah Astrid Ellena tampak cemas dan tidak pernah melepaskan pandangan dari sang ayah.

Hingga sidang selesai, Fredrich dikawal petugas Polri hingga keluar ruang sidang dan diwawancarai awak media, Astrid Ellena tetap mendampingi dari jauh untuk memastikan sang ayah baik-baik saja.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Terakhir, Astrid Ellena juga menemani Fredrich hingga ayahnya itu masuk ke mobil tahanan dan dibawa kembali ke Rutan Merah putih KPK untuk ditahan.

Tak Diakui Sebagai Anak, Namun Sosok Cantik Ini Tetap Datang Ke Persidangan Fredrich Yunadi

Zonamania - Sosok perempuan cantik dan muda, Kamis (8/2/2018) kemarin tampak serius menyimak jalannya sidang dakwaan Fredrich Yunadi di kasus merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto.



Perempuan yang menggunakan kemeja merah mudah dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai ini memilih kursi paling depan untuk bisa melihat jalannya persidangan.

Selama sidang hingga surat dakwaan selesai dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, pandangan perempuan ini tidak pernah lepas dari sosok Fredrich Yunadi‎ yang duduk di kursi terdakwa.



Ternyata perempuan itu adalah Astrid Ellena Indriana Yunadi atau Astrid Ellena, putri dari Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto.

Kedua orang tuanya, fredrich dan Linda Indriana Campbell bercerai saat Astrid Ellena berumur tiga tahun. Astrid Ellena banyak menghabiskan waktunya di Amerika Serikat. Dia kembali ke Indonesia setelah lulus SMA, tinggal bersama ayah dan dua kakaknya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
Fredrich juga sempat menj‎adi sorotan karena pernah berseteru dengan Astrid Ellena. Informasi yang dihimpun, perseteruan itu terjadi tahun 2012 lalu karena Astrid Ellena menjalin hubungan dengan pria yang tidak disetujui Fredrich yang kini menjadi suaminya.

Kala itu, Fredrich sempat memberikan pernyataan pemutusan hubungan ayah-anak secara terang-terangan

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Parasnya yang cantik, tidak heran jika Astrid Ellena merupakan Miss Indonesia 2011. Umurnya kala itu 20 tahun saat mewakili Jawa Timur mengalahkan peserta yang lain.

Tidak hanya berkiprah di tanah air, Astrid Ellena juga mewakili Indonesia dalam kontes kecantikan Miss Word 2011 di London, bersama dengan kontestan lain dari 113 negara lainnya.

Walaupun pernah berseteru dengan sang ayah, ibu dua anak ini tetap menunjukkan rasa hormat dan cintanya pada sang Ayah dengan hadir di persidangan.

Tidak ada raut dendam di mukanya, malah Astrid Ellena tampak cemas dan tidak pernah melepaskan pandangan dari sang ayah.

Hingga sidang selesai, Fredrich dikawal petugas Polri hingga keluar ruang sidang dan diwawancarai awak media, Astrid Ellena tetap mendampingi dari jauh untuk memastikan sang ayah baik-baik saja.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Terakhir, Astrid Ellena juga menemani Fredrich hingga ayahnya itu masuk ke mobil tahanan dan dibawa kembali ke Rutan Merah putih KPK untuk ditahan.
ZonaMania - Antasari Azhar menyatakan dukungannya terhadap Firman Wijaya. Firman sebelumnya dilaporkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pasal pencemaran nama baik.



"Saya komunikasi dengan Pak Antasari Azhar dalam rangka mewakili Firman Wijaya untuk mendapat dukungan dan restunya," kata Boyamin Saiman dalam keterangannya kepada Tribunnews melalui pesan singkat.

Menurut Boyamin, Antasari menyatakan memberikan dukungannya.

"Antasari Azhar memberikan restu dalam bentuk pembicaraan WA," kata Boyamin Saiman.

Sebelumnya pengacara Boyamin Saiman mengatakan dirinya ditunjuk sebagai koordinator kuasa hukum yang akan membela pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Hasil pembicaraan saya dengan Firman Wijaya hari ini, disepakati saya ditunjuk untuk menjadi koordinator kuasa hukum Firman Wijaya dalam menghadapi pelaporan SBY ke Bareskrim Polri, dengan tuduhan pencemaran nama baik," kata Boyamin, saat dikonfirmasi, Rabu (7/2/2018).

Boyamin menyatakan dia menerima penunjukan itu karena yakin pengacara mantan Ketua DPR itu tidak bersalah dalam menjalankan profesinya.

"Penunjukan ini saya terima semata-mata yakin bahwa Firman Wijaya menjalankan tugas profesinya untuk menggali semua fakta yang terkait dengan kasus e-KTP, dalam rangka membela kliennya yang jelas-jelas dilindungi Undang-Undang Advokat," ujar Boyamin.

Sementara ini dia mengungkapkan ada 11 pengacara yang bersedia membela Firman.

Mereka berasal dari kantor Boyamin Saiman Law Firm Jakarta dan Kartika Law Firm Surakarta.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kami masih akan menghimpun dan menambah advokat lain yang peduli dengan Firman Wijaya. Termasuk advokat dari kantor Firman Wijaya secara inhouse pasti membelanya," ujar Boyamin.

Pihaknya menghormati proses hukum dan mengapresiasi semua pihak yang menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa secara beradab.

Pria yang juga Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu mengatakan, akan menggunakan semua opsi yang diberikan jalur hukum dalam memberikan advokasi kepada Firman.

"Yang jelas kami akan menggunakan semua opsi yang diberikan jalur hukum dalam memberikan advokasi kepada Firman Wijaya," ujar Boyamin.

Dukung Firman Wijaya, Hubungan SBY Dan Antazari Kembali Memanas

ZonaMania - Antasari Azhar menyatakan dukungannya terhadap Firman Wijaya. Firman sebelumnya dilaporkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pasal pencemaran nama baik.



"Saya komunikasi dengan Pak Antasari Azhar dalam rangka mewakili Firman Wijaya untuk mendapat dukungan dan restunya," kata Boyamin Saiman dalam keterangannya kepada Tribunnews melalui pesan singkat.

Menurut Boyamin, Antasari menyatakan memberikan dukungannya.

"Antasari Azhar memberikan restu dalam bentuk pembicaraan WA," kata Boyamin Saiman.

Sebelumnya pengacara Boyamin Saiman mengatakan dirinya ditunjuk sebagai koordinator kuasa hukum yang akan membela pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Hasil pembicaraan saya dengan Firman Wijaya hari ini, disepakati saya ditunjuk untuk menjadi koordinator kuasa hukum Firman Wijaya dalam menghadapi pelaporan SBY ke Bareskrim Polri, dengan tuduhan pencemaran nama baik," kata Boyamin, saat dikonfirmasi, Rabu (7/2/2018).

Boyamin menyatakan dia menerima penunjukan itu karena yakin pengacara mantan Ketua DPR itu tidak bersalah dalam menjalankan profesinya.

"Penunjukan ini saya terima semata-mata yakin bahwa Firman Wijaya menjalankan tugas profesinya untuk menggali semua fakta yang terkait dengan kasus e-KTP, dalam rangka membela kliennya yang jelas-jelas dilindungi Undang-Undang Advokat," ujar Boyamin.

Sementara ini dia mengungkapkan ada 11 pengacara yang bersedia membela Firman.

Mereka berasal dari kantor Boyamin Saiman Law Firm Jakarta dan Kartika Law Firm Surakarta.

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kami masih akan menghimpun dan menambah advokat lain yang peduli dengan Firman Wijaya. Termasuk advokat dari kantor Firman Wijaya secara inhouse pasti membelanya," ujar Boyamin.

Pihaknya menghormati proses hukum dan mengapresiasi semua pihak yang menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa secara beradab.

Pria yang juga Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu mengatakan, akan menggunakan semua opsi yang diberikan jalur hukum dalam memberikan advokasi kepada Firman.

"Yang jelas kami akan menggunakan semua opsi yang diberikan jalur hukum dalam memberikan advokasi kepada Firman Wijaya," ujar Boyamin.
Zona Mania - Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) diduga diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Forum Kebangsaan UI.



Kejadian ini bermula ketika Jokowi usai memberikan pidato sambutannya saat acara Dies Natalis UI ke 68 di Balairung UI, Depok, Jawa Barat pada Jumat (2/2/2018).

Terlihat salah seorang pemuda berpakaian batik dengan warna merah tiba-tiba berdiri di tengah tamu yang hadir. Kemudian ia maju hingga ke baris depan sambil mengacungkan sebuah buku berwarna kuning. Namun ketika melakukan aksinya, pemuda tersebut terlihat ditarik oleh Paspampres.

Tak berselang lama, pemuda yang diduga mahasiswa itu digiring oleh Paspampres ke belakang barisan tamu yang hadir. Lantas ia dibawa keluar oleh tiga personel Paspampres yang mengenakan jas warna hitam.

Salah seorang mahasiswa UI yang ditemui usai acara membenarkan bahwa pemuda yang diamankan tersebut merupakan mahasiswa UI.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Iya benar tadi mahasiswa yang diamanin," kata mahasiswa yang enggah disebutkan namanya di Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Menurut dia, mahasiswa tersebut merupakan Ketua BEM UI 2018 bernama Zaadit Taqwa. Sementara buku kuning yang diacungkan ke arah Presiden Jokowi, merupakan buku paduan suara keluaran UI.

"Iya itu buku paduan suara. Warnanya kuning. Maksudnya itu dia kayak kasih kartu kuning ke arah Pak Jokowi," ucap mahasiswa tersebut.


Pertemuan Dengan Perwakilan BEM UI Dibatalkan

Pihak Istana mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak merasa risih akibat insiden 'kartu kuning' yang diacungkan mahasiswa UI. Namun akibat insiden itu, Jokowi batal menemui perwakilan BEM UI.

"Dari awal memang sudah ada agenda Presiden ketemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Johan Budi SP kepada wartawan, Jumat (2/2/2018).

Peristiwa itu terjadi seusai Jokowi orasi ilmiah dalam dies natalis ke-68 UI di Balairung, Depok, Jabar, hari ini. Johan mengatakan bahwa benda berwarna kuning itu adalah buku.

"Sebenarnya sudah dijadwalkan Presiden menerima Ketua BEM selepas acara, karena katanya ada yang mau disampaikan dari BEM UI kepada Presiden. Tapi, tidak tahu tiba-tiba saat acara di dalam, ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna kuning (dari penjelasan yang ada, itu buku isinya lagu lagu)," tutur Johan.

Terkait insiden itu, anggota Paspampres yang ada di lokasi langsung menggiring mahasiswa itu ke pintu keluar. 

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Tidak ada perlawanan dari mahasiswa yang digiring keluar itu. Tak ada perlakuan kasar dari Paspampres meski kemudian mahasiswa tersebut diminta ke luar ruangan oleh Paspampres. Sedangkan peserta lain tetap berada di lokasi.


Penjelasan Dari Pihak UI

Terkait hal ini, Kepala Humas dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti mengatakan mahasiswa tersebut sudah diserahkan ke pihak kampus. Awalnya si mahasiswa sempat dihalau oleh Paspampres. Dia meminta publik tak terlalu menyoroti insiden tersebut.

"(Kondisi mahasiswa) nggak apa-apa. Baik-baik saja. Sudah selesai ya," kata Rifelly saat dihubungi detikcom, Jumat (2/2/2018).

"Coba dilihat acaranya tadi aman, baik, bagus. Itu loh yang dilihat. Jangan hal-hal yang membuat jadi kurang baik. Padahal kan tadi baik-baik saja," sambungnya.

Rifelly belum mengetahui secara pasti soal identitas mahasiswa tersebut. Dia mengatakan saat ini insiden tersebut sudah ditangani Direktur Kemahasiswaan UI.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Saya kurang tahu, tadi saya belum contact ya sama ininya. Tapi salah satu ketua BEM, mungkin ya. Tapi kan ketua BEM-nya banyak ya. Ada ketua BEM UI, ketua BEM fakultas juga. Tapi sudah tak apa kok. Sudah ditangani Direktur Kemahasiswaan," ucap dia.

Sebelumnya, kedatangan Jokowi ke Kampus UI menuai pro dan kontra. Ajakan menolak kehadiran Jokowi ke Kampus UI tersebar di grup percakapan WhatsApp.

Namun, pihak kampus menegaskan situasi di Kampus UI, Depok, aman dan terkendali dalam menyambut kehadiran Jokowi. "Semua aman dan terkendali," katanya. 




Video !!! Momen Ketika Seorang Mahasiswa UI Mengacungkan Kartu Kuning Dan Diusir Paspampres

Zona Mania - Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) diduga diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Forum Kebangsaan UI.



Kejadian ini bermula ketika Jokowi usai memberikan pidato sambutannya saat acara Dies Natalis UI ke 68 di Balairung UI, Depok, Jawa Barat pada Jumat (2/2/2018).

Terlihat salah seorang pemuda berpakaian batik dengan warna merah tiba-tiba berdiri di tengah tamu yang hadir. Kemudian ia maju hingga ke baris depan sambil mengacungkan sebuah buku berwarna kuning. Namun ketika melakukan aksinya, pemuda tersebut terlihat ditarik oleh Paspampres.

Tak berselang lama, pemuda yang diduga mahasiswa itu digiring oleh Paspampres ke belakang barisan tamu yang hadir. Lantas ia dibawa keluar oleh tiga personel Paspampres yang mengenakan jas warna hitam.

Salah seorang mahasiswa UI yang ditemui usai acara membenarkan bahwa pemuda yang diamankan tersebut merupakan mahasiswa UI.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

"Iya benar tadi mahasiswa yang diamanin," kata mahasiswa yang enggah disebutkan namanya di Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Menurut dia, mahasiswa tersebut merupakan Ketua BEM UI 2018 bernama Zaadit Taqwa. Sementara buku kuning yang diacungkan ke arah Presiden Jokowi, merupakan buku paduan suara keluaran UI.

"Iya itu buku paduan suara. Warnanya kuning. Maksudnya itu dia kayak kasih kartu kuning ke arah Pak Jokowi," ucap mahasiswa tersebut.


Pertemuan Dengan Perwakilan BEM UI Dibatalkan

Pihak Istana mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak merasa risih akibat insiden 'kartu kuning' yang diacungkan mahasiswa UI. Namun akibat insiden itu, Jokowi batal menemui perwakilan BEM UI.

"Dari awal memang sudah ada agenda Presiden ketemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Johan Budi SP kepada wartawan, Jumat (2/2/2018).

Peristiwa itu terjadi seusai Jokowi orasi ilmiah dalam dies natalis ke-68 UI di Balairung, Depok, Jabar, hari ini. Johan mengatakan bahwa benda berwarna kuning itu adalah buku.

"Sebenarnya sudah dijadwalkan Presiden menerima Ketua BEM selepas acara, karena katanya ada yang mau disampaikan dari BEM UI kepada Presiden. Tapi, tidak tahu tiba-tiba saat acara di dalam, ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna kuning (dari penjelasan yang ada, itu buku isinya lagu lagu)," tutur Johan.

Terkait insiden itu, anggota Paspampres yang ada di lokasi langsung menggiring mahasiswa itu ke pintu keluar. 

(CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI)

Tidak ada perlawanan dari mahasiswa yang digiring keluar itu. Tak ada perlakuan kasar dari Paspampres meski kemudian mahasiswa tersebut diminta ke luar ruangan oleh Paspampres. Sedangkan peserta lain tetap berada di lokasi.


Penjelasan Dari Pihak UI

Terkait hal ini, Kepala Humas dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti mengatakan mahasiswa tersebut sudah diserahkan ke pihak kampus. Awalnya si mahasiswa sempat dihalau oleh Paspampres. Dia meminta publik tak terlalu menyoroti insiden tersebut.

"(Kondisi mahasiswa) nggak apa-apa. Baik-baik saja. Sudah selesai ya," kata Rifelly saat dihubungi detikcom, Jumat (2/2/2018).

"Coba dilihat acaranya tadi aman, baik, bagus. Itu loh yang dilihat. Jangan hal-hal yang membuat jadi kurang baik. Padahal kan tadi baik-baik saja," sambungnya.

Rifelly belum mengetahui secara pasti soal identitas mahasiswa tersebut. Dia mengatakan saat ini insiden tersebut sudah ditangani Direktur Kemahasiswaan UI.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Saya kurang tahu, tadi saya belum contact ya sama ininya. Tapi salah satu ketua BEM, mungkin ya. Tapi kan ketua BEM-nya banyak ya. Ada ketua BEM UI, ketua BEM fakultas juga. Tapi sudah tak apa kok. Sudah ditangani Direktur Kemahasiswaan," ucap dia.

Sebelumnya, kedatangan Jokowi ke Kampus UI menuai pro dan kontra. Ajakan menolak kehadiran Jokowi ke Kampus UI tersebar di grup percakapan WhatsApp.

Namun, pihak kampus menegaskan situasi di Kampus UI, Depok, aman dan terkendali dalam menyambut kehadiran Jokowi. "Semua aman dan terkendali," katanya. 




Zona Mania - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018).


Berbagai fakta menarik muncul selama persidangan untuk terdakwa Setya Novanto.

Beberapa saksi yang dihadirkan jaksa  yakni, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Irman.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Kemudian, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir dan pengusaha Yusnan Solihin.

Berikut beberapa fakta persidangan yang terungkap:


Munculnya nama SBY

Dalam persidangan, Mirwan Amir mengatakan bahwa ia pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyek pengadaan e-KTP.

Menurut Mirwan, saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP. Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut Mirwan, saat itu SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksaan pemilihan kepala daerah.


Novanto bertemu Andi dan Mirwan

Mirwan Amir akhirnya mengakui bahwa ia pernah bertemu Andi Agustinus alias Andi Narogong di ruang kerja Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto.

Awalnya, saat ditanya oleh majelis hakim, Mirwan membantah adanya pertemuan di ruang kerja Novanto dengan Andi Narogong. Mirwan mengatakan informasi itu tidak benar.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Namun, saat diingatkan oleh jaksa KPK, Mirwan mengatakan bahwa pada pertemuan tahun 2010, ia tidak mengetahui bahwa orang yang berada di ruang kerja Novanto saat itu adalah Andi Narogong. Ia baru mengetahui belakangan bahwa orang tersebut adalah Andi Narogong.

Dalam persidangan sebelumnya, Andi Narogong mengatakan, Mirwan Amir pernah menitipkan perusahaan untuk ikut dalam pekerjaan proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).


Gamawan Fauzi diberitahu uang Rp 78 miliar.

Dalam persidangan, Irman mengaku pernah melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bahwa pejabat Kemendagri akan mendapat Rp 78 miliar.

Namun, saat mendengar hal itu, menurut Irman, Gamawan hanya diam saja, tanpa merespons.

Baca juga: Analogi Hakim tentang Gadis Desa dan Respons Gamawan soal Rp 78 Miliar

Anggota majelis hakim, Ansyori Saifudin sempat merasa heran. Sebab, Gamawan selaku Mendagri tidak merespons saat diberi tahu bahwa pihak Kemendagri akan mendapat uang.

"Seharusnya kan Pak Menteri bersikap. Itu kan dilarang juga terima uang. Artinya Gamawan juga tahu soal itu," kata hakim Ansyori.


Setya Novanto kunci anggaran

Irman menyakinkan majelis hakim bahwa Setya Novanto terbukti berperan dalam pengurusan anggaran proyek e-KTP di DPR RI. Menurut Irman, Andi Narogong pernah menyebut Novanto sebagai kunci anggaran DPR.

( CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI )

Menurut Irman, Kemendagri pernah mengajukan anggaran proyek sebesar Rp 60 miliar pada tahun 2008. Namun, pada saat itu, menurut Irman, DPR menolak anggaran yang diminta.

Hal itu berbanding jauh ketika pada saat anggaran e-KTP diajukan ke DPR. Bahkan, anggaran yang diajukan lebih besar, yakni senilai Rp 5,9 triliun.

"Tahun 2008, Rp 60 miliar saja enggak disetujui. Faktanya, anggaran e-KTP semua disetujui," kata Irman.

Nama SBY Muncul Dalam Sidang Setya Novanto Kemarin, Apakah Ikut Terlibat ???

Zona Mania - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018).


Berbagai fakta menarik muncul selama persidangan untuk terdakwa Setya Novanto.

Beberapa saksi yang dihadirkan jaksa  yakni, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Irman.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Kemudian, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir dan pengusaha Yusnan Solihin.

Berikut beberapa fakta persidangan yang terungkap:


Munculnya nama SBY

Dalam persidangan, Mirwan Amir mengatakan bahwa ia pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyek pengadaan e-KTP.

Menurut Mirwan, saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP. Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut Mirwan, saat itu SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksaan pemilihan kepala daerah.


Novanto bertemu Andi dan Mirwan

Mirwan Amir akhirnya mengakui bahwa ia pernah bertemu Andi Agustinus alias Andi Narogong di ruang kerja Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto.

Awalnya, saat ditanya oleh majelis hakim, Mirwan membantah adanya pertemuan di ruang kerja Novanto dengan Andi Narogong. Mirwan mengatakan informasi itu tidak benar.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Namun, saat diingatkan oleh jaksa KPK, Mirwan mengatakan bahwa pada pertemuan tahun 2010, ia tidak mengetahui bahwa orang yang berada di ruang kerja Novanto saat itu adalah Andi Narogong. Ia baru mengetahui belakangan bahwa orang tersebut adalah Andi Narogong.

Dalam persidangan sebelumnya, Andi Narogong mengatakan, Mirwan Amir pernah menitipkan perusahaan untuk ikut dalam pekerjaan proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).


Gamawan Fauzi diberitahu uang Rp 78 miliar.

Dalam persidangan, Irman mengaku pernah melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bahwa pejabat Kemendagri akan mendapat Rp 78 miliar.

Namun, saat mendengar hal itu, menurut Irman, Gamawan hanya diam saja, tanpa merespons.

Baca juga: Analogi Hakim tentang Gadis Desa dan Respons Gamawan soal Rp 78 Miliar

Anggota majelis hakim, Ansyori Saifudin sempat merasa heran. Sebab, Gamawan selaku Mendagri tidak merespons saat diberi tahu bahwa pihak Kemendagri akan mendapat uang.

"Seharusnya kan Pak Menteri bersikap. Itu kan dilarang juga terima uang. Artinya Gamawan juga tahu soal itu," kata hakim Ansyori.


Setya Novanto kunci anggaran

Irman menyakinkan majelis hakim bahwa Setya Novanto terbukti berperan dalam pengurusan anggaran proyek e-KTP di DPR RI. Menurut Irman, Andi Narogong pernah menyebut Novanto sebagai kunci anggaran DPR.

( CERITA DEWASA TERPOPULER => KLIK DISINI )

Menurut Irman, Kemendagri pernah mengajukan anggaran proyek sebesar Rp 60 miliar pada tahun 2008. Namun, pada saat itu, menurut Irman, DPR menolak anggaran yang diminta.

Hal itu berbanding jauh ketika pada saat anggaran e-KTP diajukan ke DPR. Bahkan, anggaran yang diajukan lebih besar, yakni senilai Rp 5,9 triliun.

"Tahun 2008, Rp 60 miliar saja enggak disetujui. Faktanya, anggaran e-KTP semua disetujui," kata Irman.
Zona Mania - Pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/1/2018), seperti biasa, ramai oleh awak media massa.


Menjelang pukul 10.00, sebuah mobil tahanan berwarna hitam dengan lampu sirene berhenti tepat di depan pintu masuk gedung KPK.

Petugas KPK dengan gesit membuka pintu tengah kendaraan.

Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP keluar dari mobil tahanan.

Mengenakan rompi oranye berlogo "Tahanan KPK", Novanto hanya didampingi seorang pengawal tahanan.

Wartawan kini dapat dengan bebas menghampiri Novanto sambil mengajukan pertanyaan.

Kondisi ini jauh berbeda saat Novanto masih berstatus sebagai saksi.

Kini, tidak ada lagi kawalan kader atau fungsionaris partai yang ikut mendampinginya.

Sebelumnya, beberapa orang terdekat dan loyalis selalu mendampingi Novanto.
Sebut saja Sekretaris Jenderal Partai Golkar saat itu Idrus Marham, politisi Golkar Nurul Arifin, dan Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar Rudi Alfonso.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


Ada yang mengatakan, kedudukan dan status sosial memengaruhi hubungan seseorang dengan teman atau orang-orang terdekatnya. Hal itu tampaknya berlaku juga pada diri Setya Novanto.

Sejak menyandang status sebagai tersangka, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mulai kehilangan pendukung.

Satu per satu pendukung Novanto di internal partai mulai menarik diri, bahkan ada yang ingin segera melengserkannya dari kursi tertinggi di partai berlambang pohon beringin itu.

Keadaan itu terus berlanjut hingga Novanto menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Tak ada petinggi partai yang hadir mendampingi Novanto selama beberapa kali persidangan.

Politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin hadir saat sidang perdana Novanto. Saat itu, Aziz hadir  bersama dengan Idrus Marham dan beberapa kader partai.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Namun, pada persidangan berikutnya, hanya Idrus yang tampak mendampingi Novanto. Kehadiran politisi yang juga berprofesi sebagai akademisi itu pun tak berlangsung lama.

Idrus absen saat persidangan Novanto mulai memasuki pemeriksaan saksi-saksi.

Pada 17 Januari 2018, Idrus diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Kesibukan sebagai menteri pasti membuatnya tak akan sempat lagi hadir memberikan dukungan bagi koleganya.

(Baca berita terbaru disini : LINK)

Setya Novanto sebenarnya memiliki beberapa loyalis saat ia masih menduduki jabatan penting. Sebut saja Robert Kardinal, Roem Kono, Freddy Latumahina, Yahya Zaini, hingga Azis Samual.

Tidak hanya ikut mendampingi, nama-nama itu juga aktif membela Novanto saat terdakwa korupsi e-KTP itu dikaitkan dengan hal-hal negatif.

Kini, tak ada lagi orang-orang dekat yang setia mendampingi Novanto.

Pada akhirnya, hanya istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, yang selalu setia mendampingi Novanto duduk di kursi pengunjung sidang.

Setya Novanto : Dulu Disegani Sekarang Ditinggal Sendiri

Zona Mania - Pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/1/2018), seperti biasa, ramai oleh awak media massa.


Menjelang pukul 10.00, sebuah mobil tahanan berwarna hitam dengan lampu sirene berhenti tepat di depan pintu masuk gedung KPK.

Petugas KPK dengan gesit membuka pintu tengah kendaraan.

Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP keluar dari mobil tahanan.

Mengenakan rompi oranye berlogo "Tahanan KPK", Novanto hanya didampingi seorang pengawal tahanan.

Wartawan kini dapat dengan bebas menghampiri Novanto sambil mengajukan pertanyaan.

Kondisi ini jauh berbeda saat Novanto masih berstatus sebagai saksi.

Kini, tidak ada lagi kawalan kader atau fungsionaris partai yang ikut mendampinginya.

Sebelumnya, beberapa orang terdekat dan loyalis selalu mendampingi Novanto.
Sebut saja Sekretaris Jenderal Partai Golkar saat itu Idrus Marham, politisi Golkar Nurul Arifin, dan Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar Rudi Alfonso.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


Ada yang mengatakan, kedudukan dan status sosial memengaruhi hubungan seseorang dengan teman atau orang-orang terdekatnya. Hal itu tampaknya berlaku juga pada diri Setya Novanto.

Sejak menyandang status sebagai tersangka, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mulai kehilangan pendukung.

Satu per satu pendukung Novanto di internal partai mulai menarik diri, bahkan ada yang ingin segera melengserkannya dari kursi tertinggi di partai berlambang pohon beringin itu.

Keadaan itu terus berlanjut hingga Novanto menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Tak ada petinggi partai yang hadir mendampingi Novanto selama beberapa kali persidangan.

Politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin hadir saat sidang perdana Novanto. Saat itu, Aziz hadir  bersama dengan Idrus Marham dan beberapa kader partai.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Namun, pada persidangan berikutnya, hanya Idrus yang tampak mendampingi Novanto. Kehadiran politisi yang juga berprofesi sebagai akademisi itu pun tak berlangsung lama.

Idrus absen saat persidangan Novanto mulai memasuki pemeriksaan saksi-saksi.

Pada 17 Januari 2018, Idrus diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Kesibukan sebagai menteri pasti membuatnya tak akan sempat lagi hadir memberikan dukungan bagi koleganya.

(Baca berita terbaru disini : LINK)

Setya Novanto sebenarnya memiliki beberapa loyalis saat ia masih menduduki jabatan penting. Sebut saja Robert Kardinal, Roem Kono, Freddy Latumahina, Yahya Zaini, hingga Azis Samual.

Tidak hanya ikut mendampingi, nama-nama itu juga aktif membela Novanto saat terdakwa korupsi e-KTP itu dikaitkan dengan hal-hal negatif.

Kini, tak ada lagi orang-orang dekat yang setia mendampingi Novanto.

Pada akhirnya, hanya istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, yang selalu setia mendampingi Novanto duduk di kursi pengunjung sidang.
Zona Mania - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menantang KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Sebab, Fredrich menilai KPK meragukan kecelakaan yang dialami Novanto beberapa waktu lalu.




Namun tantangan tersebut dianggap sebagai lelucon. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal tak terlalu menanggapi pernyataan Fredrich tersebut.

"Itu statement-nya Fredrich Yunadi, saya senyum-senyum aja. Lucu aja mendengar statement itu," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Januari 2018.

Menurut Iqbal, pernyataan yang dilontarkan Fredrich Yunadi tak tepat sasaran. Sebab, Kapolri sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tidak mengurusi hal-hal teknis mengenai penanganan kasus.


(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


"Kapolri itu pada kapasitas strategis mengurus organisasi. Bagaimana Polri dapat lebih dipercaya, lebih profesional, lebih modern. Enggak ada lagi ngurusin teknis," tutur dia.

Bahkan, Kapolda sekalipun yang levelnya di bawah Kapolri tidak mengurus hal-hal teknis penanganan kasus. Itu karena sudah ada anggota yang bekerja di bidangnya masing-masing.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kalau misalnya hanya kecelakaan itu teknis, Kapolda aja enggak ngurusin itu. Kalaupun ada terkait dengan kejadian itu, yang diperiksa yang menangani yang datang ke TKP. Paling atas ada kepala unitnya, lucu juga," ucap Iqbal.

Kecewa Dianggap Rekayasa Kasus

Tantangan Fredrich terhadap KPK dilontarkan setelah dia selesai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP pada Senin 15 Januari 2018 lalu.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Fredrich kecewa lantaran ia dianggap merekayasa kasus kecelakaan yang melibatkan Novanto. Bahkan, Fredrich diduga telah memesan satu lantai RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, untuk merawat Novanto ketika kecelakaan.

Setya Novanto sempat menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya. Keberadaan Novanto akhirnya diketahui setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau.

POLRI : Kapolri Tidak Mengurusi Soal Kecelakaan Lalu Lintas, Benar - Benar Lucu Pernyataan Fredrich

Zona Mania - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menantang KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Sebab, Fredrich menilai KPK meragukan kecelakaan yang dialami Novanto beberapa waktu lalu.




Namun tantangan tersebut dianggap sebagai lelucon. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal tak terlalu menanggapi pernyataan Fredrich tersebut.

"Itu statement-nya Fredrich Yunadi, saya senyum-senyum aja. Lucu aja mendengar statement itu," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Januari 2018.

Menurut Iqbal, pernyataan yang dilontarkan Fredrich Yunadi tak tepat sasaran. Sebab, Kapolri sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tidak mengurusi hal-hal teknis mengenai penanganan kasus.


(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


"Kapolri itu pada kapasitas strategis mengurus organisasi. Bagaimana Polri dapat lebih dipercaya, lebih profesional, lebih modern. Enggak ada lagi ngurusin teknis," tutur dia.

Bahkan, Kapolda sekalipun yang levelnya di bawah Kapolri tidak mengurus hal-hal teknis penanganan kasus. Itu karena sudah ada anggota yang bekerja di bidangnya masing-masing.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kalau misalnya hanya kecelakaan itu teknis, Kapolda aja enggak ngurusin itu. Kalaupun ada terkait dengan kejadian itu, yang diperiksa yang menangani yang datang ke TKP. Paling atas ada kepala unitnya, lucu juga," ucap Iqbal.

Kecewa Dianggap Rekayasa Kasus

Tantangan Fredrich terhadap KPK dilontarkan setelah dia selesai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP pada Senin 15 Januari 2018 lalu.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Fredrich kecewa lantaran ia dianggap merekayasa kasus kecelakaan yang melibatkan Novanto. Bahkan, Fredrich diduga telah memesan satu lantai RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, untuk merawat Novanto ketika kecelakaan.

Setya Novanto sempat menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya. Keberadaan Novanto akhirnya diketahui setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau.

Latest Tweets

© 2013 ZONA MANIA