What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label PILKADA 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILKADA 2018. Tampilkan semua postingan
Zona Mania - Pemandangan unik tampak di acara Kirab Kebangsaan atau Kirab Budaya dan Jalan Sehat Taruna Merah Putih (TMP) di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sebab, bakal calon Gubernur Sumut, Djarot Syaiful Hidayat, turut serta.



Mengenakan kaus berwarna merah, Djarot tampak mengikuti Kirab Budaya dan Jalan Sehat bersama ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah di Sumut. Saat mengikuti jalan sehat, Djarot tampak didampingi Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait.

Melihat Djarot turut serta dalam parade kirab kebangsaan bersama Ara (sapaan akrab Maruarar), sejumlah warga bergegas meminta kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk swafoto. Dengan senyum khas, Djarot meladeni warga untuk swafoto.

"Pak Djarot, saya mau selfie," pinta seorang wanita muda sambil menggenggam smartphone, di lokasi kirab kebangsaan, Minggu (21/1/2018).

Warga lainnya, Nuriani mengaku sangat senang dapat foto bersama dengan Djarot Saiful Hidayat saat kirab kebangsaan. Warga kawasan Masjid Taufiq ini menilai Djarot sebagai sosok yang baik, ramah dan sangat enak diajak untuk foto serta bersalaman.

"Bagus, baik orangnya, mau diajak foto, ramah. Enggak susah tadi saya salaman dan minta foto sama Pak Djarot," ungkapnya.


Ara dan Djarot Bernyanyi Lagu Kebangsaan

Setelah mengikuti Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat, Djarot beserta Ara langsung naik ke atas panggung. Di atas panggung, keduanya disambut penyanyi Edo Kondologit dan mantan presenter kondang, Nico Siahaan, yang terlebih dahulu berada di sana.

Sebelum bernyanyi, Ara sempat menyampaikan orasi singkat dengan menyebut puluhan ribu anak Medan tumpah ruah di acara TMP kali ini. Ara juga mengajak seluruh anak Medan yang hadir untuk mem-pancasila-kan Kota Medan.

"Kita anak Medan, setuju dengan Pancasila, setuju dengan kebersamaan. Dadah terorisme dan dadah radikalisme," teriak Ara sambil melambaikan tangan.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Djarot yang diberi kesempatan memberikan orasi menyebut, seluruh warga yang hadir di acara TMP disatukan oleh ideologi Pancasila. Meski banyak dari yang hadir berasal dari berbagai suku, beragam budaya, beragam agama, tapi semuanya disatukan sebagai bangsa Indoneaia

"Aku dan kalian menjadi satu, aku dan kalian membaur menjadi satu, yaitu bangsa Indonesia. Mari kita songsong kebangkitan Medan, kebangkitan Sumut, kebangkitan Indonesia. Sumut harus bangun," teriaknya.




Setelah menyampaikan orasi, Ara dan Djarot langsung menyanyikan beberapa lagu kebangsaan dan daerah seperti "Gebyar-Gebyar", "Indonesia Raya", "Satu Nusa Satu Bangsa", "Maju Tak Gentar", "Maumere", dan lagu populer anak Medan, serta beberapa lagu Batak.


Diikuti Ribuan Peserta

Panitia Pelaksana Kirab Budaya dan Jalan Sehat, Irwa menerangkan kegiatan digelar oleh TMP dengan tema "Mem-Pancasila-kan Kota Medan" ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah dan kalangan.

"Kirab dan jalan sehat diikuti dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, pegawai negeri sipil, dan swasta. Ada juga masyarakat umum," kata Irwan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (21/1/2018).

Dalam Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat juga ditampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti pakaian adat dari seluruh Indonesia, Reog Ponorogo, barongsai, dan lainnya.

Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat menempuh jarak sekitar empat kilometer dengan rute dari Jalan Pulau Pinang-Balaikota-Putri Hijau-Guru Patimpus-Gatot Subroto-Kapten Maulana Lubis-Raden Saleh dan berakhir di Lapangan Merdeka.

(Baca berita terbaru disini : LINK)

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
"Kegiatan juga menyediakan panggung musik dan hiburan, serta berbagai macam jenis hadiah lucky draw," ungkapnya.

Sebelumnya acara dibuka langsung oleh Ketua Umum TMP Maruarar Sirait, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan Ketua TMP Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan. Acara dibuka tepat pada Minggu pagi tadi, pukul 06.00 WIB.

Hadiri Kirab Kebangsaan Di Medan, Djarot Jadi Rebutan Ibu - Ibu

Zona Mania - Pemandangan unik tampak di acara Kirab Kebangsaan atau Kirab Budaya dan Jalan Sehat Taruna Merah Putih (TMP) di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sebab, bakal calon Gubernur Sumut, Djarot Syaiful Hidayat, turut serta.



Mengenakan kaus berwarna merah, Djarot tampak mengikuti Kirab Budaya dan Jalan Sehat bersama ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah di Sumut. Saat mengikuti jalan sehat, Djarot tampak didampingi Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait.

Melihat Djarot turut serta dalam parade kirab kebangsaan bersama Ara (sapaan akrab Maruarar), sejumlah warga bergegas meminta kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk swafoto. Dengan senyum khas, Djarot meladeni warga untuk swafoto.

"Pak Djarot, saya mau selfie," pinta seorang wanita muda sambil menggenggam smartphone, di lokasi kirab kebangsaan, Minggu (21/1/2018).

Warga lainnya, Nuriani mengaku sangat senang dapat foto bersama dengan Djarot Saiful Hidayat saat kirab kebangsaan. Warga kawasan Masjid Taufiq ini menilai Djarot sebagai sosok yang baik, ramah dan sangat enak diajak untuk foto serta bersalaman.

"Bagus, baik orangnya, mau diajak foto, ramah. Enggak susah tadi saya salaman dan minta foto sama Pak Djarot," ungkapnya.


Ara dan Djarot Bernyanyi Lagu Kebangsaan

Setelah mengikuti Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat, Djarot beserta Ara langsung naik ke atas panggung. Di atas panggung, keduanya disambut penyanyi Edo Kondologit dan mantan presenter kondang, Nico Siahaan, yang terlebih dahulu berada di sana.

Sebelum bernyanyi, Ara sempat menyampaikan orasi singkat dengan menyebut puluhan ribu anak Medan tumpah ruah di acara TMP kali ini. Ara juga mengajak seluruh anak Medan yang hadir untuk mem-pancasila-kan Kota Medan.

"Kita anak Medan, setuju dengan Pancasila, setuju dengan kebersamaan. Dadah terorisme dan dadah radikalisme," teriak Ara sambil melambaikan tangan.

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)

Djarot yang diberi kesempatan memberikan orasi menyebut, seluruh warga yang hadir di acara TMP disatukan oleh ideologi Pancasila. Meski banyak dari yang hadir berasal dari berbagai suku, beragam budaya, beragam agama, tapi semuanya disatukan sebagai bangsa Indoneaia

"Aku dan kalian menjadi satu, aku dan kalian membaur menjadi satu, yaitu bangsa Indonesia. Mari kita songsong kebangkitan Medan, kebangkitan Sumut, kebangkitan Indonesia. Sumut harus bangun," teriaknya.




Setelah menyampaikan orasi, Ara dan Djarot langsung menyanyikan beberapa lagu kebangsaan dan daerah seperti "Gebyar-Gebyar", "Indonesia Raya", "Satu Nusa Satu Bangsa", "Maju Tak Gentar", "Maumere", dan lagu populer anak Medan, serta beberapa lagu Batak.


Diikuti Ribuan Peserta

Panitia Pelaksana Kirab Budaya dan Jalan Sehat, Irwa menerangkan kegiatan digelar oleh TMP dengan tema "Mem-Pancasila-kan Kota Medan" ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah dan kalangan.

"Kirab dan jalan sehat diikuti dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, pegawai negeri sipil, dan swasta. Ada juga masyarakat umum," kata Irwan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (21/1/2018).

Dalam Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat juga ditampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti pakaian adat dari seluruh Indonesia, Reog Ponorogo, barongsai, dan lainnya.

Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat menempuh jarak sekitar empat kilometer dengan rute dari Jalan Pulau Pinang-Balaikota-Putri Hijau-Guru Patimpus-Gatot Subroto-Kapten Maulana Lubis-Raden Saleh dan berakhir di Lapangan Merdeka.

(Baca berita terbaru disini : LINK)

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================
"Kegiatan juga menyediakan panggung musik dan hiburan, serta berbagai macam jenis hadiah lucky draw," ungkapnya.

Sebelumnya acara dibuka langsung oleh Ketua Umum TMP Maruarar Sirait, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan Ketua TMP Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan. Acara dibuka tepat pada Minggu pagi tadi, pukul 06.00 WIB.
Zona Mania - Partai Demokrat dan PDI Perjuangan berkoalisi di Pilkada Jawa Tengah. Kedua partai ini sepakat mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen, sebagai cagub dan cawagub Jawa Tengah.




Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, berkoalisi dengan PDI Perjuangan merupakan hal biasa. Dia menyebut, itu juga pernah terjadi pada pilkada sebelumnya, seperti di Provinsi Kalimantan Barat dan Aceh.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Jadi sebenarnya ini tidak ada yang istimewa. Artinya gabungan PDIP dan Demokrat ini sudah wajar," kata Roy di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Namun, ujar Roy, koalisi di beberapa provinsi tersebut tak otomatis menjadi penanda bahwa ke depannya seperti dalam pemilihan presiden (Pilpres) kedua partai itu tetap berkoalisi.

"Politik itu semua bisa terjadi, sekarang mungkin saja harapan itu, katakanlah belum karena tampak perbedaan antara Demokrat dan PDIP. Tapi bibit-bibitnya sudah mulai ada dalam pilkada," ujar dia.

Kendati begitu, Roy menyatakan, dalam berpolitik apapun dapat terjadi, seperti kemungkinan mendukung Presiden Joko Widodo.

"Semua bisa terjadi, jadi modal pendukung Beliau atau jadi modal untuk menyandingkan Beliau," jelas Roy.

Di pilkada serentak 2018 ini, PDIP dan Demokrat tidak hanya berkoalisi di Pilkada Jateng. Tapi juga berkoalisi mendukung pasangan Karolin Natasha dan Suryaman Gidot di Pilkada Kalimantan Barat.

Berkoalisi Dengan PDIP Di Pilkada Jateng, Apakah Ini Menjadi Awal Koalisi PDIP & DEMOKRAT Di Pilpres 2019 ???

Zona Mania - Partai Demokrat dan PDI Perjuangan berkoalisi di Pilkada Jawa Tengah. Kedua partai ini sepakat mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen, sebagai cagub dan cawagub Jawa Tengah.




Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, berkoalisi dengan PDI Perjuangan merupakan hal biasa. Dia menyebut, itu juga pernah terjadi pada pilkada sebelumnya, seperti di Provinsi Kalimantan Barat dan Aceh.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Jadi sebenarnya ini tidak ada yang istimewa. Artinya gabungan PDIP dan Demokrat ini sudah wajar," kata Roy di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Namun, ujar Roy, koalisi di beberapa provinsi tersebut tak otomatis menjadi penanda bahwa ke depannya seperti dalam pemilihan presiden (Pilpres) kedua partai itu tetap berkoalisi.

"Politik itu semua bisa terjadi, sekarang mungkin saja harapan itu, katakanlah belum karena tampak perbedaan antara Demokrat dan PDIP. Tapi bibit-bibitnya sudah mulai ada dalam pilkada," ujar dia.

Kendati begitu, Roy menyatakan, dalam berpolitik apapun dapat terjadi, seperti kemungkinan mendukung Presiden Joko Widodo.

"Semua bisa terjadi, jadi modal pendukung Beliau atau jadi modal untuk menyandingkan Beliau," jelas Roy.

Di pilkada serentak 2018 ini, PDIP dan Demokrat tidak hanya berkoalisi di Pilkada Jateng. Tapi juga berkoalisi mendukung pasangan Karolin Natasha dan Suryaman Gidot di Pilkada Kalimantan Barat.
Zona Mania - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengesahkan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur di Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2018. Siapa calon pendampingnya? Masih belum ditentukan.




Megawati pun meminta agar masyarakat Sumatera Utara menerima mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Tolonglah pilih Djarot, kan di sana banyak orang Jawa juga," kata Megawati saat pengumuman calon yang diusung di Pilkada Serentak 2018, Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Meski sudah menyatakan memilih Djarot sebagai cagub Sumut, Megawati baru akan resmi mengumumkan Pilkada Sumatera Utara pada 7 Januari 2018.

Megawati mengatakan, perkara menyodorkan Djarot sebagai calon gubernur Sumatera Utara bukan tanpa alasan. Apalagi selama ini, pemimpin di Sumut selalu memiliki masalah hukum.

"Gubernur di Sumut selalu punya permasalahan hukum, kenapa ya? Makanya, saya pikir orang yang dekat kok saya lupakan, jadi saya masukkan Pak Djarot ke sana," kata Megawati.

Dia mengaku sempat pusing dan bingung siapa yang akan diajukan di Pilkada Sumut. Hingga akhirnya dia berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan muncul lah nama Djarot.

"Saya menilai, kok sayang ya orang muda berkualitas, nganggur," kata Megawati.

Megawati mengaku tak meminta Djarot menjadi Gubernur Sumut, namun memerintahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk kembali bertarung di Pilkada Sumut.

"Saya ketum partai memerintahkan petugas partai. Siap bu sebagai petugas partai, bersedia. Alhamdullilah," tandas Megawati.


Siapa Pasangan Djarot?

Sementara itu, Djarot mengatakan, dia sudah diberikan tugas untuk mempersiapkan pemilihan gubernur di Sumatera Utara, termasuk berkomunikasi untuk menentukan bakal calon wakilnya.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Oleh sebab itu akan berkomunikasi dengan beberapa calon wakil dan nanti kami sampaikan dengan DPP partai dan berkomunikasi dengan parpol lainnya karena kita kurang 4 kursi," kata Djarot di DPP PDIP, Kamis (4/1/2018).

Dia pun menyebut telah berkomunikasi dengan Hanura, PPP, dan Golkar. Partai-partai tersebut belum menentukan calon.

"Kami dengan Hanura, dengan PPP, sudah ketemu Pak Romi berbincang-bincang dan Hanuara juga begitu. Dan memang melakukan komunikasi dengan partai yang belum menentukan calonnya termasuk juga dengan Golkar," tegas Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar ini pun menyebut wakilnya sudah ada. Hanya tinggal didiskusikan saja supaya ada chemistery keseluruhan.

Djarot mengatakan, kriteria calonnya adalah orang yang mau bekerja keras, bersih, dan mendedikasikan diri untuk kepentingan Sumut. "Niatnya adalah untuk membangkitkan Sumut karena potensinya luar biasa," kata dia.

Dia juga tidak mempersoalkan calon lain yang akan bersaing di Pilkada Sumut, seperti Edy Rahmayadi yang telah diusung PKS dan PAN. Menurutnya, semakin banyak calon semakin bagus. Karena masyarakat Sumut bisa memilih yang terbaik.

Djarot pun tidak mempermasalahkan masalah kependudukan yang berbeda dengan tempatnya mengabdi di pemerintahan selama ini, Pulau Jawa.

"Orang Sumut itu terbuka legaliter, eksplosif, dan pekerja keras. Kritis dan juga sangat toleran," kata Djarot Saiful Hidayat.

SAH !!!! Djarot Jadi CAGUB Di PILKADA Medan.

Zona Mania - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengesahkan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur di Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2018. Siapa calon pendampingnya? Masih belum ditentukan.




Megawati pun meminta agar masyarakat Sumatera Utara menerima mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Tolonglah pilih Djarot, kan di sana banyak orang Jawa juga," kata Megawati saat pengumuman calon yang diusung di Pilkada Serentak 2018, Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Meski sudah menyatakan memilih Djarot sebagai cagub Sumut, Megawati baru akan resmi mengumumkan Pilkada Sumatera Utara pada 7 Januari 2018.

Megawati mengatakan, perkara menyodorkan Djarot sebagai calon gubernur Sumatera Utara bukan tanpa alasan. Apalagi selama ini, pemimpin di Sumut selalu memiliki masalah hukum.

"Gubernur di Sumut selalu punya permasalahan hukum, kenapa ya? Makanya, saya pikir orang yang dekat kok saya lupakan, jadi saya masukkan Pak Djarot ke sana," kata Megawati.

Dia mengaku sempat pusing dan bingung siapa yang akan diajukan di Pilkada Sumut. Hingga akhirnya dia berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan muncul lah nama Djarot.

"Saya menilai, kok sayang ya orang muda berkualitas, nganggur," kata Megawati.

Megawati mengaku tak meminta Djarot menjadi Gubernur Sumut, namun memerintahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk kembali bertarung di Pilkada Sumut.

"Saya ketum partai memerintahkan petugas partai. Siap bu sebagai petugas partai, bersedia. Alhamdullilah," tandas Megawati.


Siapa Pasangan Djarot?

Sementara itu, Djarot mengatakan, dia sudah diberikan tugas untuk mempersiapkan pemilihan gubernur di Sumatera Utara, termasuk berkomunikasi untuk menentukan bakal calon wakilnya.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Oleh sebab itu akan berkomunikasi dengan beberapa calon wakil dan nanti kami sampaikan dengan DPP partai dan berkomunikasi dengan parpol lainnya karena kita kurang 4 kursi," kata Djarot di DPP PDIP, Kamis (4/1/2018).

Dia pun menyebut telah berkomunikasi dengan Hanura, PPP, dan Golkar. Partai-partai tersebut belum menentukan calon.

"Kami dengan Hanura, dengan PPP, sudah ketemu Pak Romi berbincang-bincang dan Hanuara juga begitu. Dan memang melakukan komunikasi dengan partai yang belum menentukan calonnya termasuk juga dengan Golkar," tegas Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar ini pun menyebut wakilnya sudah ada. Hanya tinggal didiskusikan saja supaya ada chemistery keseluruhan.

Djarot mengatakan, kriteria calonnya adalah orang yang mau bekerja keras, bersih, dan mendedikasikan diri untuk kepentingan Sumut. "Niatnya adalah untuk membangkitkan Sumut karena potensinya luar biasa," kata dia.

Dia juga tidak mempersoalkan calon lain yang akan bersaing di Pilkada Sumut, seperti Edy Rahmayadi yang telah diusung PKS dan PAN. Menurutnya, semakin banyak calon semakin bagus. Karena masyarakat Sumut bisa memilih yang terbaik.

Djarot pun tidak mempermasalahkan masalah kependudukan yang berbeda dengan tempatnya mengabdi di pemerintahan selama ini, Pulau Jawa.

"Orang Sumut itu terbuka legaliter, eksplosif, dan pekerja keras. Kritis dan juga sangat toleran," kata Djarot Saiful Hidayat.
Zona Mania - Presidium Alumni 212 menggelar reuni akbar di Monas, Sabtu 2 Desember 2017. Reuni 212 itu akan diisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.




Sebelum reuni di Monas, diadakan pula Kongres Nasional Alumni 212 di Asrama Haji Pondok Gede. Ketua Kongres Nasional Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar mengatakan, kongres akan menyikapi kondisi politik, sosial, hukum, dan berbagai perkembangan terakhir di Indonesia.

Walau begitu, beberapa kalangan menduga reuni akbar ini bermuatan politis. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, reuni 212 terkait dengan Pilkada Serentak 2018 serta Pilpres 2019.


Sedangkan menurut Menhan Wiranto, Reuni tersebut untuk apa lagi diadakan, tuntutan dari 212 tahun lalu yang menginginkan Ahok untuk di penjara sudah terlaksana jadi untuk apa ada reuni.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Kapolri Tito Karnavian : Sudahlah Reuni 212 Larinya Pasti Kearah Politik 2018 - 2019

Zona Mania - Presidium Alumni 212 menggelar reuni akbar di Monas, Sabtu 2 Desember 2017. Reuni 212 itu akan diisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.




Sebelum reuni di Monas, diadakan pula Kongres Nasional Alumni 212 di Asrama Haji Pondok Gede. Ketua Kongres Nasional Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar mengatakan, kongres akan menyikapi kondisi politik, sosial, hukum, dan berbagai perkembangan terakhir di Indonesia.

Walau begitu, beberapa kalangan menduga reuni akbar ini bermuatan politis. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, reuni 212 terkait dengan Pilkada Serentak 2018 serta Pilpres 2019.


Sedangkan menurut Menhan Wiranto, Reuni tersebut untuk apa lagi diadakan, tuntutan dari 212 tahun lalu yang menginginkan Ahok untuk di penjara sudah terlaksana jadi untuk apa ada reuni.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Latest Tweets

© 2013 ZONA MANIA