What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label PEMBUBARAN HTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBUBARAN HTI. Tampilkan semua postingan
ZONA MANIA - Mengenai keputusan yang di ambil pemerintah mengenai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto sempat menyinggung beberapa pihak saat memberikan pengarahan kepada pembekalan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan rektor perguruan tinggi dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Kementerian Pertahanan, di Jakarta Pusat Rabu 26 Juli 2017.


Keputusan pemerintah membubarkan HTI karena ormas tersebut Anti-Pancasila.

Namun, Wiranto mengaku dirinya merasa heran dengan adanya beberapa elemen masyarakat yang menolak ormas Anti-Pancasila Dibubarkan dan membela keberadaan mereka.

"Dibubarkan kok di bela. Dibilang pemerintah melanggar. Saya heran liatnya," ucap Wiranto.

Wiranto menambahkan di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan dinamika ancaman, di mulai dari yang bersifat konvensional dalam bentuk agresi militer menjadi serangan yang tidak mudah terdeteksi.


Contoh perubahan tersebut seperti penyebaran paham radikalisme, gerakan gerakan separatisme dan serangan melalui siber.

Salah satu serangan yang kini tengah berada di tengah tengah masyarakat adalah paham Radikalisme yang menggunakan perkembangan sistem teknologi.

Jadi sekarang sudah tidak heran jika terdapat fenomena serangan teror yang dilakukan oleh orang orang yang tidak terkait dalam kelompok teroris atau "lone wolf".

"Ini yang bikin repot. Ada demo radikal, kartel narkoba, ormas radikal. Penjara di jadikan sebagai tempat latihan teroris. Rakyat yang seharusnya menjadi pertahanan negara malah menjadi ancaman," tegas Wiranto.


Karena ancaman ini, Wiranto berharap kepada semua elemen masyarakat termasuk dalam lingkungan perguruan tinggi mengambil peran dalam mengubah pola pikirr masyaraklat dengan menanankan kesadaran bela negara.

"Jika sudah begini gimana? maka perlu kesadaran bela negara. Harus di ubah mindsetnya masyarakat agar sadar mereka menjadi bagian dari sebuah ancaman besar. Harus di tanamkan rasa memiliki negara ini,"jelasnya.

Wiranto Heran Ada Elemen Masyarakat Yang Menolak Ormas Anti-Pancasila Di Bubarkan. Apa Jangan - Jangan !!!

ZONA MANIA - Mengenai keputusan yang di ambil pemerintah mengenai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto sempat menyinggung beberapa pihak saat memberikan pengarahan kepada pembekalan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan rektor perguruan tinggi dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Kementerian Pertahanan, di Jakarta Pusat Rabu 26 Juli 2017.


Keputusan pemerintah membubarkan HTI karena ormas tersebut Anti-Pancasila.

Namun, Wiranto mengaku dirinya merasa heran dengan adanya beberapa elemen masyarakat yang menolak ormas Anti-Pancasila Dibubarkan dan membela keberadaan mereka.

"Dibubarkan kok di bela. Dibilang pemerintah melanggar. Saya heran liatnya," ucap Wiranto.

Wiranto menambahkan di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan dinamika ancaman, di mulai dari yang bersifat konvensional dalam bentuk agresi militer menjadi serangan yang tidak mudah terdeteksi.


Contoh perubahan tersebut seperti penyebaran paham radikalisme, gerakan gerakan separatisme dan serangan melalui siber.

Salah satu serangan yang kini tengah berada di tengah tengah masyarakat adalah paham Radikalisme yang menggunakan perkembangan sistem teknologi.

Jadi sekarang sudah tidak heran jika terdapat fenomena serangan teror yang dilakukan oleh orang orang yang tidak terkait dalam kelompok teroris atau "lone wolf".

"Ini yang bikin repot. Ada demo radikal, kartel narkoba, ormas radikal. Penjara di jadikan sebagai tempat latihan teroris. Rakyat yang seharusnya menjadi pertahanan negara malah menjadi ancaman," tegas Wiranto.


Karena ancaman ini, Wiranto berharap kepada semua elemen masyarakat termasuk dalam lingkungan perguruan tinggi mengambil peran dalam mengubah pola pikirr masyaraklat dengan menanankan kesadaran bela negara.

"Jika sudah begini gimana? maka perlu kesadaran bela negara. Harus di ubah mindsetnya masyarakat agar sadar mereka menjadi bagian dari sebuah ancaman besar. Harus di tanamkan rasa memiliki negara ini,"jelasnya.
ZONA MANIA - Mengenai Perppu Nomor 2 Tahun 2017, Menko Polhukam Wiranto kembali menegaskan kepada semua pihak bahwa oemerintah memiliki alasan kuat dalam penerbitan Perppu Ormas tersebut. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa.


"Apakah kita lebih memilih membiarkan NKRI bubar atau membubarkan satu dua ormas yang bertentangan dengan NKRI ?" tegas Wiranto saat berada di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Wiranto menambahkan, Pertaruhan yang besar ini merupakan taruhan masa depan NKRI yang membuat pemerintah tidak ragu untuk mengerluarkan Perppu tersebut yang menjadi legitimasi  untuk membuabarkan ormas yang telah di nilai dan jelas bertentangan dengan ideologi negara Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI.


Jadi Wiranto meminta tidak ada yang perlu di perdebatkan karena alasan tersebut sangat jelas. "Ini merupakan pilihan yang sangat logis dan realistis," tandasnya.

Sementara itu, Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beru di umumkan oleh pemerintah. Catatan panjang telah di miliki pemerintah tentang perjalanan HTi yang telah di nilai bertentangan dengan 4 konsesus kenegaran.

HTI tidak sepakat dengan bentuk negara republik, kerajaan dan memiliki tujuan untuk menegakkan sistem kenegaraan yang biasa di sebut khilafah. Ini salah satu alasan yang sangat kuat  pemerintah harus membuabarkan ormas tersebut.

"Sangat jelas sekali. Dan pemerintah tidak akan ragu untuk melakukan langkah langkah tersebut. Pemerintah akan tegas mengambil tindakan untuk menetralisir ancaman ancaman bagi keutuhan NKRI," jelas Wiranto.

Wiranto: Ini Pertaruhan Besar, Pilih Bubarkan Satu Dua Ormas Anti Pancasila Atau NKRI Yang Bubar ?

ZONA MANIA - Mengenai Perppu Nomor 2 Tahun 2017, Menko Polhukam Wiranto kembali menegaskan kepada semua pihak bahwa oemerintah memiliki alasan kuat dalam penerbitan Perppu Ormas tersebut. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa.


"Apakah kita lebih memilih membiarkan NKRI bubar atau membubarkan satu dua ormas yang bertentangan dengan NKRI ?" tegas Wiranto saat berada di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Wiranto menambahkan, Pertaruhan yang besar ini merupakan taruhan masa depan NKRI yang membuat pemerintah tidak ragu untuk mengerluarkan Perppu tersebut yang menjadi legitimasi  untuk membuabarkan ormas yang telah di nilai dan jelas bertentangan dengan ideologi negara Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI.


Jadi Wiranto meminta tidak ada yang perlu di perdebatkan karena alasan tersebut sangat jelas. "Ini merupakan pilihan yang sangat logis dan realistis," tandasnya.

Sementara itu, Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beru di umumkan oleh pemerintah. Catatan panjang telah di miliki pemerintah tentang perjalanan HTi yang telah di nilai bertentangan dengan 4 konsesus kenegaran.

HTI tidak sepakat dengan bentuk negara republik, kerajaan dan memiliki tujuan untuk menegakkan sistem kenegaraan yang biasa di sebut khilafah. Ini salah satu alasan yang sangat kuat  pemerintah harus membuabarkan ormas tersebut.

"Sangat jelas sekali. Dan pemerintah tidak akan ragu untuk melakukan langkah langkah tersebut. Pemerintah akan tegas mengambil tindakan untuk menetralisir ancaman ancaman bagi keutuhan NKRI," jelas Wiranto.

Latest Tweets

© 2013 ZONA MANIA