What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Zona Mania - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menantang KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Sebab, Fredrich menilai KPK meragukan kecelakaan yang dialami Novanto beberapa waktu lalu.




Namun tantangan tersebut dianggap sebagai lelucon. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal tak terlalu menanggapi pernyataan Fredrich tersebut.

"Itu statement-nya Fredrich Yunadi, saya senyum-senyum aja. Lucu aja mendengar statement itu," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Januari 2018.

Menurut Iqbal, pernyataan yang dilontarkan Fredrich Yunadi tak tepat sasaran. Sebab, Kapolri sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tidak mengurusi hal-hal teknis mengenai penanganan kasus.


(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


"Kapolri itu pada kapasitas strategis mengurus organisasi. Bagaimana Polri dapat lebih dipercaya, lebih profesional, lebih modern. Enggak ada lagi ngurusin teknis," tutur dia.

Bahkan, Kapolda sekalipun yang levelnya di bawah Kapolri tidak mengurus hal-hal teknis penanganan kasus. Itu karena sudah ada anggota yang bekerja di bidangnya masing-masing.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kalau misalnya hanya kecelakaan itu teknis, Kapolda aja enggak ngurusin itu. Kalaupun ada terkait dengan kejadian itu, yang diperiksa yang menangani yang datang ke TKP. Paling atas ada kepala unitnya, lucu juga," ucap Iqbal.

Kecewa Dianggap Rekayasa Kasus

Tantangan Fredrich terhadap KPK dilontarkan setelah dia selesai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP pada Senin 15 Januari 2018 lalu.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Fredrich kecewa lantaran ia dianggap merekayasa kasus kecelakaan yang melibatkan Novanto. Bahkan, Fredrich diduga telah memesan satu lantai RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, untuk merawat Novanto ketika kecelakaan.

Setya Novanto sempat menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya. Keberadaan Novanto akhirnya diketahui setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau.

POLRI : Kapolri Tidak Mengurusi Soal Kecelakaan Lalu Lintas, Benar - Benar Lucu Pernyataan Fredrich

Zona Mania - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menantang KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Sebab, Fredrich menilai KPK meragukan kecelakaan yang dialami Novanto beberapa waktu lalu.




Namun tantangan tersebut dianggap sebagai lelucon. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal tak terlalu menanggapi pernyataan Fredrich tersebut.

"Itu statement-nya Fredrich Yunadi, saya senyum-senyum aja. Lucu aja mendengar statement itu," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Januari 2018.

Menurut Iqbal, pernyataan yang dilontarkan Fredrich Yunadi tak tepat sasaran. Sebab, Kapolri sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tidak mengurusi hal-hal teknis mengenai penanganan kasus.


(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


"Kapolri itu pada kapasitas strategis mengurus organisasi. Bagaimana Polri dapat lebih dipercaya, lebih profesional, lebih modern. Enggak ada lagi ngurusin teknis," tutur dia.

Bahkan, Kapolda sekalipun yang levelnya di bawah Kapolri tidak mengurus hal-hal teknis penanganan kasus. Itu karena sudah ada anggota yang bekerja di bidangnya masing-masing.

====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

"Kalau misalnya hanya kecelakaan itu teknis, Kapolda aja enggak ngurusin itu. Kalaupun ada terkait dengan kejadian itu, yang diperiksa yang menangani yang datang ke TKP. Paling atas ada kepala unitnya, lucu juga," ucap Iqbal.

Kecewa Dianggap Rekayasa Kasus

Tantangan Fredrich terhadap KPK dilontarkan setelah dia selesai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP pada Senin 15 Januari 2018 lalu.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Fredrich kecewa lantaran ia dianggap merekayasa kasus kecelakaan yang melibatkan Novanto. Bahkan, Fredrich diduga telah memesan satu lantai RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, untuk merawat Novanto ketika kecelakaan.

Setya Novanto sempat menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya. Keberadaan Novanto akhirnya diketahui setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau.
Zona Mania - Setelah menjalani pemeriksaan sejak dinihari, Pengacara Fredrich Yunadi akhirnya keluar dari gedung KPK di Jakarta Selatan. Dia tampak mengenakan pakaian khas tahanan KPK yang berwarna oranye.




Sabtu (13/1/2018), Fredrich berjalan keluar dari ruang pemeriksaan KPK dengan mengenakan rompi oranye. Dia tampak dikawal sejumlah penyidik KPK.

Penyidik KPK sebelumnya menangkap tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi, di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat 12 Januari 2018. Saat ditangkap, mantan pengacara Setya Novanto itu tidak melakukan perlawanan.

"Tadi penangkapan berjalan dengan baik yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi. Tidak ada perlawanan tadi dan sudah dibawa ke kantor KPK," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


Seperti diketahui, Fredrich tak memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP yang mejerat Setya Novanto.

Melalui kuasa hukumnya, dia meminta penundaan pemeriksaan dirinya lantaran proses pemeriksaan etik dirinya akan dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).


Manipulasi Data Medis

Sebelumnya, KPK menetapkan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (FY) dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST) sebagai tersangka. Keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

KPK menduga, data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi. Ini yang menjadi dasar bagi KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Menurut dia, skenario ini disusun untuk menghindari pemeriksaan Setya Novanto oleh penyidik KPK.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Selain itu, KPK memastikan bahwa mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan. KPK mengaku memiliki bukti terkait pemesanan tersebut.

Terkuak, Fredrich Memesan 1 Lantai Di RS Medika Permata Hijau Sebelum Setya Novanto Mengalami Kecelakaan

Zona Mania - Setelah menjalani pemeriksaan sejak dinihari, Pengacara Fredrich Yunadi akhirnya keluar dari gedung KPK di Jakarta Selatan. Dia tampak mengenakan pakaian khas tahanan KPK yang berwarna oranye.




Sabtu (13/1/2018), Fredrich berjalan keluar dari ruang pemeriksaan KPK dengan mengenakan rompi oranye. Dia tampak dikawal sejumlah penyidik KPK.

Penyidik KPK sebelumnya menangkap tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi, di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat 12 Januari 2018. Saat ditangkap, mantan pengacara Setya Novanto itu tidak melakukan perlawanan.

"Tadi penangkapan berjalan dengan baik yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi. Tidak ada perlawanan tadi dan sudah dibawa ke kantor KPK," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

(Baca kabar lengkap terkini disini : LINK)


Seperti diketahui, Fredrich tak memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP yang mejerat Setya Novanto.

Melalui kuasa hukumnya, dia meminta penundaan pemeriksaan dirinya lantaran proses pemeriksaan etik dirinya akan dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).


Manipulasi Data Medis

Sebelumnya, KPK menetapkan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (FY) dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST) sebagai tersangka. Keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

KPK menduga, data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi. Ini yang menjadi dasar bagi KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Menurut dia, skenario ini disusun untuk menghindari pemeriksaan Setya Novanto oleh penyidik KPK.


(Baca berita terbaru disini : LINK)


Selain itu, KPK memastikan bahwa mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan. KPK mengaku memiliki bukti terkait pemesanan tersebut.
Zona Mania - Tak ada kata libur bagi tim Satgas KPK di Jambi. Meski hari Jumat, 1 Desember 2017, merupakan hari libur nasional, sejumlah tim Satgas KPK bekerja menggeledah sejumlah kantor. Salah satunya adalah ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi Zola.




Penggeledahan tersebut merupakan proses lanjutan setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Jambi pada Selasa, 28 November 2017. Selama empat hari di Jambi, tim Satgas KPK bekerja maraton memeriksa dan menggeledah sejumlah kantor.

Ada tiga kantor yang menjadi fokus penggeledahan, yakni kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi. Lalu penggeledahan kantor Gubernur Jambi. Di sini, ada dua ruangan yang digeledah yakni ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi Zola, dan ruang kerja Asisten III Pemprov Jambi, Saipudin yang sudah ditangkap KPK.

Kemudian penggeledahan di gedung DPRD Provinsi Jambi. Salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi, Supriyono. Ia salah satu anggota dewan yang ikut terjaring OTT KPK, Selasa lalu.

Penggeledahan berlangsung dari pagi hingga menjelang salat Jumat. Kemudian kembali dilanjutkan hingga sore hari. Tidak ada keterangan resmi dari para petugas KPK di lapangan. Mengenakan rompi bertuliskan KPK, para petugas hanya diam saat ditanya sejumlah wartawan.

Dilengkapi senjata lengkap, sejumlah aparat kepolisian dari Polda Jambi ikut mengamankan jalannya penggeledahan.

Sejumlah berkas tampak dibawa oleh tim Satgas KPK di lapangan. Sementara di kantor Gubernur Jambi, selain berkas, petugas KPK terlihat membawa satu perangkat kamera pengintai atau CCTV.

"Ia ada petugas KPK datang, ada bawa juga kamera CCTV," ucap salah seorang sumber di kantor Gubernur Jambi yang enggan ditulis namanya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Penjelasan Zumi Zola

Lama ditunggu-tunggu, Zumi Zola akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dengan menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, Jumat sore.

Di depan sejumlah awak media, Zola mengaku sengaja menggelar jumpa pers untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas pemberitaan terkait operasi tangkap tangan sejumlah pejabat di Jambi.

Ia menyatakan prihatin atas kejadian OTT pejabat tersebut. Padahal, ia dan Wakil Gubernur, Fachrori Umar sudah mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh pejabat bekerja profesional dan tidak melakukan tindakan melawan hukum.

Beberapa hari sebelumnya, Pemprov Jambi bahkan baru saja kedatangan komisioner KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam rangka penandatanganan pakta integritas komitmen pemberantasan korupsi.

Selaku gubernur, Zola mengaku kejadian OTT KPK itu diluar kontrol dirinya sebagai gubernur. Ia tidak pernah memerintahkan baik secara lisan maupun tulisan kepada para pejabat Jambi untuk melakukan hal yang melanggar hukum.

"Saya hormati para petugas KPK yang datang ke Jambi. Apabila misalkan dipanggil oleh KPK, saya katakan, Insya Allah saya siap," ucap Zola.

Selain itu, Zola juga sudah menunjuk sejumlah pejabat baru untuk menggantikan posisi pejabat yang sebelumnya terjaring OTT KPK. Seperti jabatan Asisten III, Plt Kepala Dinas PUPR dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sementara untuk posisi Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah (Sekda) usai ikut terjaring OTT KPK, posisinya akan diganti dengan Sekda definitif. Di mana Zumi Zola sebelumnya sudah mengajukan tiga nama ke Kemendagri. Pertengahan Desember ini, nama Sekda Provinsi Jambi yang baru bakal diumumkan.

"Pergantian ini untuk memastikan agar roda pemerintahan Provinsi Jambi tidak terganggu," ucap Zola.

Meski Hari Libur, KPK Tetap Bawa Berkas Dan CCTV Dari Ruang Kerja Zumi Zola. Ada Apa Dengan Zumi Zola ???

Zona Mania - Tak ada kata libur bagi tim Satgas KPK di Jambi. Meski hari Jumat, 1 Desember 2017, merupakan hari libur nasional, sejumlah tim Satgas KPK bekerja menggeledah sejumlah kantor. Salah satunya adalah ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi Zola.




Penggeledahan tersebut merupakan proses lanjutan setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Jambi pada Selasa, 28 November 2017. Selama empat hari di Jambi, tim Satgas KPK bekerja maraton memeriksa dan menggeledah sejumlah kantor.

Ada tiga kantor yang menjadi fokus penggeledahan, yakni kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi. Lalu penggeledahan kantor Gubernur Jambi. Di sini, ada dua ruangan yang digeledah yakni ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi Zola, dan ruang kerja Asisten III Pemprov Jambi, Saipudin yang sudah ditangkap KPK.

Kemudian penggeledahan di gedung DPRD Provinsi Jambi. Salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi, Supriyono. Ia salah satu anggota dewan yang ikut terjaring OTT KPK, Selasa lalu.

Penggeledahan berlangsung dari pagi hingga menjelang salat Jumat. Kemudian kembali dilanjutkan hingga sore hari. Tidak ada keterangan resmi dari para petugas KPK di lapangan. Mengenakan rompi bertuliskan KPK, para petugas hanya diam saat ditanya sejumlah wartawan.

Dilengkapi senjata lengkap, sejumlah aparat kepolisian dari Polda Jambi ikut mengamankan jalannya penggeledahan.

Sejumlah berkas tampak dibawa oleh tim Satgas KPK di lapangan. Sementara di kantor Gubernur Jambi, selain berkas, petugas KPK terlihat membawa satu perangkat kamera pengintai atau CCTV.

"Ia ada petugas KPK datang, ada bawa juga kamera CCTV," ucap salah seorang sumber di kantor Gubernur Jambi yang enggan ditulis namanya.


====================================================================================

DATUK99.NET
SATU SATUNYA SITUS YANG DILENGKAPI DENGAN DETECTOR ANTI BOT
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTAR DI DATUK99.NET
KENYAMANAN DAN KEMANAN USER ID ANDA KAMI JAMIN 100%

====================================================================================

Penjelasan Zumi Zola

Lama ditunggu-tunggu, Zumi Zola akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dengan menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, Jumat sore.

Di depan sejumlah awak media, Zola mengaku sengaja menggelar jumpa pers untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas pemberitaan terkait operasi tangkap tangan sejumlah pejabat di Jambi.

Ia menyatakan prihatin atas kejadian OTT pejabat tersebut. Padahal, ia dan Wakil Gubernur, Fachrori Umar sudah mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh pejabat bekerja profesional dan tidak melakukan tindakan melawan hukum.

Beberapa hari sebelumnya, Pemprov Jambi bahkan baru saja kedatangan komisioner KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam rangka penandatanganan pakta integritas komitmen pemberantasan korupsi.

Selaku gubernur, Zola mengaku kejadian OTT KPK itu diluar kontrol dirinya sebagai gubernur. Ia tidak pernah memerintahkan baik secara lisan maupun tulisan kepada para pejabat Jambi untuk melakukan hal yang melanggar hukum.

"Saya hormati para petugas KPK yang datang ke Jambi. Apabila misalkan dipanggil oleh KPK, saya katakan, Insya Allah saya siap," ucap Zola.

Selain itu, Zola juga sudah menunjuk sejumlah pejabat baru untuk menggantikan posisi pejabat yang sebelumnya terjaring OTT KPK. Seperti jabatan Asisten III, Plt Kepala Dinas PUPR dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sementara untuk posisi Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah (Sekda) usai ikut terjaring OTT KPK, posisinya akan diganti dengan Sekda definitif. Di mana Zumi Zola sebelumnya sudah mengajukan tiga nama ke Kemendagri. Pertengahan Desember ini, nama Sekda Provinsi Jambi yang baru bakal diumumkan.

"Pergantian ini untuk memastikan agar roda pemerintahan Provinsi Jambi tidak terganggu," ucap Zola.
Zona Mania - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritisi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang telah 15 tahun berdiri.


Menurut dia, KPK belum optimal memberantas korupsi.

Desmond mengatakan, hal itu terlihat dari semakin banyaknya politisi di DPR yang tersangkut kasus korupsi.

"DPR ini korup, gimana agar DPR tidak korup lagi? Gimana antibodi, sudah dilakukan tidak cocok agar DPR yang korup, tidak korup lagi. Jangan korupsi ini beranak pinak ke depan. Dari edukasi, saya sepakat. Tapi hari ini kelembagaan kita korup, apa yang dilakukan KPK?" kata Desmond, dalam rapat kerja bersama KPK, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Ia juga menanyakan kepada KPK, lembaga negara mana yang saat ini tak lagi korupsi sejak ada KPK.

Politisi Gerindra itu menilai, KPK tak mampu mencegah pejabat negara baik di legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk menghindari korupsi.

Dengan kondisi ini, KPK dianggapnya belum optimal membuat jera para pejabat negara yang masih melakukan korupsi.

"Kalau yang korup tak ada (diberi) antibodi dari KPK, publik berharap DPR yang korup ke depan tidak korup. Ada efek jera yang tidak maksimal, ada persoalan yang tidak maksimal," lanjut Desmond.

====================================================================================

SITUS ONLINE DATUK99
SATU SATUNYA SITUS ONLINE TERBAIK DAN TERBUKTI 100% FAIR PLAY
SITUS ONLINE YANG TELAH DILENGKAPI DETECTOR ANTI BOT & HACKER 
YANG MEMBERI JAMINAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN 100% UANG KEMBALI

====================================================================================

Wakil Ketua Komisi III Bertanya Ke KPK : "DPR Ini Korup, Gimana Agar DPR Tidak Korup Lagi?" Tersangkanya Di Tembak Mati Pak, Cocok ?

Zona Mania - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritisi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang telah 15 tahun berdiri.


Menurut dia, KPK belum optimal memberantas korupsi.

Desmond mengatakan, hal itu terlihat dari semakin banyaknya politisi di DPR yang tersangkut kasus korupsi.

"DPR ini korup, gimana agar DPR tidak korup lagi? Gimana antibodi, sudah dilakukan tidak cocok agar DPR yang korup, tidak korup lagi. Jangan korupsi ini beranak pinak ke depan. Dari edukasi, saya sepakat. Tapi hari ini kelembagaan kita korup, apa yang dilakukan KPK?" kata Desmond, dalam rapat kerja bersama KPK, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Ia juga menanyakan kepada KPK, lembaga negara mana yang saat ini tak lagi korupsi sejak ada KPK.

Politisi Gerindra itu menilai, KPK tak mampu mencegah pejabat negara baik di legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk menghindari korupsi.

Dengan kondisi ini, KPK dianggapnya belum optimal membuat jera para pejabat negara yang masih melakukan korupsi.

"Kalau yang korup tak ada (diberi) antibodi dari KPK, publik berharap DPR yang korup ke depan tidak korup. Ada efek jera yang tidak maksimal, ada persoalan yang tidak maksimal," lanjut Desmond.

====================================================================================

SITUS ONLINE DATUK99
SATU SATUNYA SITUS ONLINE TERBAIK DAN TERBUKTI 100% FAIR PLAY
SITUS ONLINE YANG TELAH DILENGKAPI DETECTOR ANTI BOT & HACKER 
YANG MEMBERI JAMINAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN 100% UANG KEMBALI

====================================================================================
Zona Mania - Penetapan tersangka Setya Novanto atas Kasus Korupsi e-KTP membuat Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah angkat bicara. Fahri mempertanyakan kedua alat bukti yang dijadikan dasar penetapan Ketua DPR, Setya Novanto menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


Bukan hanya itu, dirinya juga menantang KPK untuk dapat menemukan uang yang di sebut telah di terima oleh Novanto sebesar Rp. 500 milliar.

"Kan yang hanya 10 juta, 20 juta saja dilakaukan operasi tangkap tangan (OTT). masa ini uda setengah triliun tidak OTT?" kata Fahri di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.


Fahri menduga penetapan Setya Novanto memang sudah di rencanakan oleh KPK sejak awal.

"Sudah di rencakan sejak awal untuk menghibur publik"ucapnya.

Dia menambahkan hal itu telah terlihat pada saat Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada Jumat 14 Juli 2017 kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi e-KTP tidak akan mengecewakan publik.

"Kata pimpinan KPK kan memang bergitu, kami gak akan kecewakan publik. nah ini kan publik sudah terhibur,'kata Fahri.

Bela Tersangka Setya Novanto, Fahri Hamzah Tantang KPK Menemukan Uang Yang Telah Diterima... Kelihatan Begoknya

Zona Mania - Penetapan tersangka Setya Novanto atas Kasus Korupsi e-KTP membuat Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah angkat bicara. Fahri mempertanyakan kedua alat bukti yang dijadikan dasar penetapan Ketua DPR, Setya Novanto menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


Bukan hanya itu, dirinya juga menantang KPK untuk dapat menemukan uang yang di sebut telah di terima oleh Novanto sebesar Rp. 500 milliar.

"Kan yang hanya 10 juta, 20 juta saja dilakaukan operasi tangkap tangan (OTT). masa ini uda setengah triliun tidak OTT?" kata Fahri di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.


Fahri menduga penetapan Setya Novanto memang sudah di rencanakan oleh KPK sejak awal.

"Sudah di rencakan sejak awal untuk menghibur publik"ucapnya.

Dia menambahkan hal itu telah terlihat pada saat Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada Jumat 14 Juli 2017 kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi e-KTP tidak akan mengecewakan publik.

"Kata pimpinan KPK kan memang bergitu, kami gak akan kecewakan publik. nah ini kan publik sudah terhibur,'kata Fahri.
Zona Mania - Amien Rais memberi kritikan pedas terhadap KPK saat berpidato di Gedung Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sukoharjo dalam acara Halalbihalal dan Rakor Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada Minggu 9 Juli 2017 lalu.


Dalam pidato tersebut, Amien Rais menganggap KPK hanya bekerja dan berani mengusut kasus kasus kecil.

Kritikan tersebut menyangkut kegiatan KPK dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan nilai korupsi hanya bernominal puluhan juta rupiah. Dirinya menganggap hal tersebut telah melanggar Undang-Undang KPK.

"Didalam Undang Undang KPK, seharusnya KPK mengejar korupsi di atas Rp 1 Milliar. Sekarang, OTT hanya menangkap Rp. 40 juta, Rp 10 juta, DPR di segel dan kemudian jadi pahlawan,"jelas Amien.


Amien menilai KPK hanya melakukan penangkapan terhadap kasus kasus kecil di Indonesia, sedangkan kasus kasus besar tidak di tuntaskan.

"Di dalam kasus besar, KPK sangat lemah, itu pasti. Kemudian menghindar, dan mengendapkan semua kasus besar. Misalnya kasus Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Sumber Waras, Kasus Pelindo, Reklamasi dan berbagai kasus besar lainnya, Itu pasti KPK gak berani," ucap Amien.

Menururt mantan ketua MPR RI tersebut, tubuh KPK harus dilakukan reformasi. Lebih khususnya pada pejabat struktural di KPK saat ini harus diganti semua.

"Lembaga antikorupsi harus tetap ada, namun pejabat struktural yang ada di KPK harus di ganti semua, Harus turun mesin,'tegasnya.


Bukan hanya itu, kritikan juga di lontarkan Amien kepada pihak yang melakukan reaksi atas langkah di bentuknya Pansus Hak Angket.

"Tidak perlu saling membawa massa dengan mendatangkan artis-artis untuk membela KPK, kemudian dosen dosen urusan tata negara dimobilisasi. Karena ini menandakan ketakutan ya."tandasnya.

Dinilai Hanya Berani Mengusut Kasus Kecil, Amien Rais Meminta KPK "Turun Mesin", Semua Pejabat Struktural Di Ganti

Zona Mania - Amien Rais memberi kritikan pedas terhadap KPK saat berpidato di Gedung Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sukoharjo dalam acara Halalbihalal dan Rakor Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada Minggu 9 Juli 2017 lalu.


Dalam pidato tersebut, Amien Rais menganggap KPK hanya bekerja dan berani mengusut kasus kasus kecil.

Kritikan tersebut menyangkut kegiatan KPK dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan nilai korupsi hanya bernominal puluhan juta rupiah. Dirinya menganggap hal tersebut telah melanggar Undang-Undang KPK.

"Didalam Undang Undang KPK, seharusnya KPK mengejar korupsi di atas Rp 1 Milliar. Sekarang, OTT hanya menangkap Rp. 40 juta, Rp 10 juta, DPR di segel dan kemudian jadi pahlawan,"jelas Amien.


Amien menilai KPK hanya melakukan penangkapan terhadap kasus kasus kecil di Indonesia, sedangkan kasus kasus besar tidak di tuntaskan.

"Di dalam kasus besar, KPK sangat lemah, itu pasti. Kemudian menghindar, dan mengendapkan semua kasus besar. Misalnya kasus Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Sumber Waras, Kasus Pelindo, Reklamasi dan berbagai kasus besar lainnya, Itu pasti KPK gak berani," ucap Amien.

Menururt mantan ketua MPR RI tersebut, tubuh KPK harus dilakukan reformasi. Lebih khususnya pada pejabat struktural di KPK saat ini harus diganti semua.

"Lembaga antikorupsi harus tetap ada, namun pejabat struktural yang ada di KPK harus di ganti semua, Harus turun mesin,'tegasnya.


Bukan hanya itu, kritikan juga di lontarkan Amien kepada pihak yang melakukan reaksi atas langkah di bentuknya Pansus Hak Angket.

"Tidak perlu saling membawa massa dengan mendatangkan artis-artis untuk membela KPK, kemudian dosen dosen urusan tata negara dimobilisasi. Karena ini menandakan ketakutan ya."tandasnya.

ZonaMania - Teror yang dialami Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan kini telah mulai menemukan titik terang. Kasus yang kini di tangani oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara telah mendapatkan identitas pelaku yang terdiri dari dua orang.


"Identitas telah kita kantongi namun belum bisa di sebutkan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti yang dilansir Antara.

Argo menjelaskan, melakui kamera tersembunyi di rumah Novel, penyidik berhasil  menelusuri identitas kedua orang yang melakukan teror terhadap Novel Baswedan.

Rekaman tersebut menunjukan nomor polisi dan jenis kendaraan yang digunakan oleh kedua pelaku yang melakukan penyerangan dengan menggunakan cairan kimia terhadap Novel Baswedan. Dari hasil rekaman tersebut polisi langsung menelusuri pemilik kendaraan tersebut di kantor Samsat.

Argo juga menjelaskan pelaku yang diduga melakukan penyerangan sempat berada didekat rumah Novel dua pekan sebelum kejadian penyiraman.

Sejauh ini, Polisi tengah memburu pelaku penyiraman dan telah memeriksa 16 saksi termasuk warga sekitar yang membantu Novel saat disiram air keras serta satpam yang berada di lokasi kejadian.

Seperti dikatahui, Penyidik Senior KPK ini mendapat teror serangan air keras di bagian wajahnya usai melakukan salat subuh di mesjid sekitar kediamannya di jalan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April lalu yang dikakukan oleh dua orang dengan menggunakan motor metic.

Akibat peristiwa tersebut, Novel Baswedan harus dilarikan kerumah sakit Singapura untuk menjalani perawatan khusus atas luka dibagian wajah dan pembengkakakn di bagian kelopak matanya.

Tangkap - Polisi Kini Telah Mengantongi Identitas Pelaku Teror Terhadap Novel Baswedan

ZonaMania - Teror yang dialami Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan kini telah mulai menemukan titik terang. Kasus yang kini di tangani oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara telah mendapatkan identitas pelaku yang terdiri dari dua orang.


"Identitas telah kita kantongi namun belum bisa di sebutkan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti yang dilansir Antara.

Argo menjelaskan, melakui kamera tersembunyi di rumah Novel, penyidik berhasil  menelusuri identitas kedua orang yang melakukan teror terhadap Novel Baswedan.

Rekaman tersebut menunjukan nomor polisi dan jenis kendaraan yang digunakan oleh kedua pelaku yang melakukan penyerangan dengan menggunakan cairan kimia terhadap Novel Baswedan. Dari hasil rekaman tersebut polisi langsung menelusuri pemilik kendaraan tersebut di kantor Samsat.

Argo juga menjelaskan pelaku yang diduga melakukan penyerangan sempat berada didekat rumah Novel dua pekan sebelum kejadian penyiraman.

Sejauh ini, Polisi tengah memburu pelaku penyiraman dan telah memeriksa 16 saksi termasuk warga sekitar yang membantu Novel saat disiram air keras serta satpam yang berada di lokasi kejadian.

Seperti dikatahui, Penyidik Senior KPK ini mendapat teror serangan air keras di bagian wajahnya usai melakukan salat subuh di mesjid sekitar kediamannya di jalan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April lalu yang dikakukan oleh dua orang dengan menggunakan motor metic.

Akibat peristiwa tersebut, Novel Baswedan harus dilarikan kerumah sakit Singapura untuk menjalani perawatan khusus atas luka dibagian wajah dan pembengkakakn di bagian kelopak matanya.

Latest Tweets

© 2013 ZONA MANIA